Tuesday, November 11, 2008

LASKAR PELANGI

Sebuah buku, LASKAR PELANGI, baru saja lepas dari genggamanku. Setiap kata, kalimat dan lembar sudah kubaca dan lewati semuanya. Sebenarnya membaca buku ini, tak lebih karena tantangan temanku yang melihatku tak pernah menyelesaikan sebuah novel untuk dilalap sampai lembar terakhir.Biasanya hanya satu dua bab dan kemudian kebosanan menghampiriku lalu kubawa dalam kenikmatan tidur yang jauh melebihi membaca sebuah novel.

Hal yang berbeda terjadi saat membaca buku ini, banyak hal yang menjadikannya menarik dan inspiring buat semua yang membacanya. Seakan tertarik kembali ke mesin waktu saat masih menggunakan seragam merah putih dengan semangat 45 belajar ke sekolah demi sebuah impian yang waktu itu dengan keras kuperjuangkan.. EDENSOR yang membuatku selalu semangat untuk meraih semua yang diimpikan. Mimpi yang terlalu tinggi untuk kubayangkan saat itu yaitu belajar ke negeri orang..

Dengan berjalannya waktu..EDENSOR itu terasa makin jauh dan makin terasa kabur dari bayanganku..seakan tak bergairah lagi untuk meraihnya..EDENSOR itu tak lagi memompa semangatku untuk lari dan meraihnya…terpaku dengan keadaan yang ada yang membuat EDENSOR itu semakin sirna dan pudar..

Tapi..sekarang.. Seakan anak LASKAR PELANGI yang menarikan tarian sebuah suku pedalaman afrika dengan getah buat aren yang gatal menempel pada tubuhnya…Tergelitik rasanya untuk kembali menuju EDENSOR yang hampir punah itu..ingin segera menggeliat dan bangun dari semua mimpi dalam tidur kemudian BERLARI dan BERLARI menuju EDENSOR..yang..kuyakin semua orang bisa meraihnya jika setiap usaha, setiap peluh, setiap nafas dan semua energi yang ada mau dialokasikan untuknya

EDENSOR..KU MAU DI SANA!!!!